Senin, 05 Oktober 2009

SAKIT HATI

1. Bro/sist, mau berapa lama lagi kalian menyimpan sakit hati dan tidak mau mengampuni sesama ?
Bukankan dia pun sesama kita, sama-sama punya mata, sama-sama punya daging dan kulit, sama-sama diciptakan TUHAN. Terlepas dari segala atribut kesukuan, jenis kelamin, status ekonomi, bla...bla..bla...

2. Apakah diantara bro/sist ada yang tidak pernah menyakiti orang lain satu kali pun ?
Aku rasa tidak. Entah itu disengaja atau tidak, semua orang pasti pernah menyakiti orang lain baik melalui perkataan maupun tingkah laku kita.

3. Coba bro/sist hitung sejak kecil sampai sekarang sudah berapa kali menyakiti hati TUHAN ?
Puluhan, ratusan atau mungkin ribuan kali.

4. Lalu, apakah TUHAN menjadi kecewa dan menghukum bro/sist dengan membatalkan perjanjian berkatnya atas diri kalian ?
Tidak khan. TUHAN tetap mengasihi bro/sist, TUHAN TELAH MENGAMPUNI bro/sist bahkan pada saat kalian masih berdosa. Pada saat kalian tidak layak untuk mendapatkan pengampunan itu.TUHAN TELAH MEMBERIKANNYA SECARA GRATIS. Bro/sist tinggal mengambilnya sebagai anugerah, itulah kemurahan TUHAN..

TUHAN memberikan banyak kesempatan supaya bro/sist bertobat dan mengerjakan keselamatan itu. Bukan malah mempermainkan keselamatan yang telah diberikan oleh TUHAN dengan tetap hidup di dalam dosa. TUHAN maha PENGAMPUN, itu benar. TUHAN maha SABAR, juga benar. Namun jangan lupa, TUHAN BUKAN ALLAH. Ada masa, dimana setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing.

5. Bila bro/sist dengan mudah mendapatkan pengampunan dari ALLAH. Lalu mengapa sekarang mengeraskan hati untuk tidak melepaskannya bagi orang lain juga ?
Jangan sampai kita sombong rohani merasa diri benar, suci, kudus dan orang lain salah serta layak untuk dihukum.

6. Sadarkan anda ?
Dengan tidak mau mengampuni orang tersebut sebenarnya kita sedang mengikatkan diri pada lebih dari 1 belenggu dosa.
a. . Menimpakan penderitaan kita atas orang itu, supaya orang itu merasakan penderitaan yang sedang kita alami.
b. Saat kita tidak mau mengampuni orang lain, dosa orang tersebut juga melekat pada kita. Dan tanpa sadar, kita melakukan hal yang SAMA SEPERTI orang tersebut lakukan. Dan bukan hanya itu, kita akan menebarkan bibit-bibit racun itu pada orang lain juga dan meng-khamir-kan banyak orang.

7. Kalau begitu, dosa siapa yang lebih banyak ? dosa orang yang telah menyakiti kita atau dosa kita?
DOSA kita lebih banyak dari orang itu dan kita menjadi SAMA-SAMA JAHAT !! Lalu apa bedanya kita dengan orang non KRISTEN, yang menerapkan sistem balas dendam, mata ganti mata, tangan ganti tangan.

Yang membedakan ke-kristen-an dengan agama lain adalah KASIH TAK BERSYARAT, KASIH yang bersifat "WALAUPUN" dan bukan "JIKA"
Aku akan tetap mengasihimu walaupun engkau telah menyakitiku
Aku akan tetap melayanimu sebagai pasanganku walaupun engkau mengabaikan aku
Aku akan tetap menjagamu walaupun engkau terbaring tak sadarkan diri

dan bukan
Aku akan mengampunimu jika engkau meminta maaf kepadaku
Aku akan berdamai denganmu jika engkau mengakui kesalahanmu
Aku akan melayanimu jika engkau memenuhi permintaanku

Ke-kristen-an sejati bukan hanya sebatas agama/doktrin/liturgi hari minggu tapi berbicara mengenai sebuah kehidupan yang dibangun terus menerus di dalam KRISTUS setiap hari seumur hidup kita. Sebuah kehidupan yang bersumber dari ALLAH dan direfleksikan melalui pribadi KRISTUS yang tinggal di dalam diri kita. Saat KRISTUS tinggal di dalam diri kita, maka aliran-aliran kehidupan itu akan otomatis mengalir keluar dan menjamah orang-orang di sekeliling kita. Mereka akan melihat ada perubahan yang terjadi dalam hidup kita tanpa dibuat-buat atau disengaja supaya dilihat orang. Untuk bisa mengampuni, berbuat baik, mengasihi sesama, melayani, tidak bisa dengan kekuatan sendiri, karena kekuatan manusia ada batasnya. Hanya dengan KUASA ROH KUDUS, kita mampu melakukan itu semua.


8. Apakah bro/sist tahu kapan akan meninggal ?
Tidak ada yang tahu, mungkin sekarang setelah bro/sist membaca mail aku ini, mungkin pada saat tidur, mungkin dalam perjalanan. Kita tidak pernah akan tahu, kapan akan meninggal.

9. Dan apa yang akan terjadi saat bro/sist meninggal dengan membawa sakit hati dan hati yang tidak mau mengampuni ?
Masuk surga ?
TIDAK !! Jawabannya dibawah ini :

! YOH 3:15, " Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia.Dan kamu tahu, bahawa tidak ada seoragn pembunuh yang memiliki hidup kekal di dalam dirinya"
WAHYU 22:15, "Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar."

Sangat disayangkan, hanya karena tidak mau mengampuni sesama manusia (mau orang KRISTEN atau non KRISTEN sama), bro/sist tidak masuk surga. Aktif di gereja, aktif pelayanan, bersedekah, rajin sekolah minggu, bahkan menjadi pendeta/gembala/pendoa syafaat pun, bila tidak mau mengampuni tidak akan masuk surga.

Ini adalah perkara mutlak, tidak ada tawar menawar dengan TUHAN.

10. Dalam pikiran bro/sist, mungkin bertanya "masa hanya karena membenci, tidak masuk surga. Bukankah TUHAN itu pemurah, maha kasih, maha pengampun. Lalu dimana kasih ?
Manusia seringkali menilai segala sesuatu dengan apa yang kasat mata dan tidak mampu menilai apa yang tidak kelihatan. Manusia berfikir apa yang menguntungkan dirinya itu adalah yang terbaik dan manusia berfikir bahwa ALLAH pun dapat diperalat untuk menguntungkan dirinya. Dan mengutip sebagian kecil FT untuk membenarkan dirinya sendiri.

FIRMAN TUHAN "YA" dan "AMIN", ABSOLUT, TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT. Ketika anda tidak taat, anda harus siap dengan segala konsekuensinya. Ketika anda taat anda pun siap untuk hidup dalam covering dan kelimpahan-NYA. So simple sebenarnya.

11.. Bro/sist, tahukah anda, bahwa anda diciptakan untuk hidup kudus. Saat ketidak kudusan itu masuk dalam diri bro/sist, maka sistem anda tidak berjalan dengan baik alias nge-hang. Saat anda tidak mau mengampuni, tanpa sadar anda sebenarnya sedang menutup kehidupan anda.
Anda menjadi sulit berdoa karena terbayang-bayang wajah menyebalkan orang tersebut, tingkap-tingkap langit tertutup, sulit konsentrasi dalam pekerjaan karena emosi yang terus menerus, setress, tekanan darah naik, melampiaskan kesal dengan makan terus menerus atau shopping dengan menghambur-hamburkan uang demi melupakan orang tersebut tapi tidak bisa. Bukankah hal-hal itu membuat bro/sist makin terpuruk dan menghancurkan masa depan bahkan yang lebih parah mungkin dipecat dari perusahaan karena tidak mampu mengejar target.

Sakit hati/tidak mau mengampuni/kebencian/luka batin semua itu adalah dosa, dan semua itu harus dibereskan. Sekecil apapun tetap harus dibereskan. Celah sekecil apapun adalah pintu masuk bagi si iblis untuk menghancurkan kehidupan bro/sist. So, jangan biarkan iblis masuk dan mengambil alih kehidupan bro/sist di dalam TUHAN. DOSA adalah DOSA, dan harus dibereskan. Bro/sist tidak mau terhalang saat mau masuk ke surga 'khan ?

YOH 10:10, "Pencuri datang hanya untuk mencuri, dan membunuh dan membinasakan; Aku (YESUS) datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."


Jika ALLAH yang empunya hidup memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat, siapakah dirimu yang berani mengangkat diri sebagai hakim atas sesama dan menjatuhkan hukuman seketika atas kesalahan seseorang ?

Jika dihadapanmu ada sebuah timbangan, coba timbang antara kesalahanmu kepada TUHAN dan kesalahan orang itu kepadamu, manakah yang lebih berat ?

Jika engkau yang seharusnya masuk neraka karena berbuat dosa, namun karena kasih, ALLAH memberikan anugerah keselamatan untuk hidup kekal, apakah engkau masih bisa bersikap egois ?

Ketika engkau diminta untuk memberikan sebagian kecil dari anugerah keselamatan itu kepada orang yang telah menyakitimu, apakah engkau dengan rela mau memberikannya ?

Jangan hanya karena emosi sesaat, bro/sist harus kehilangan harta yang sesungguhnya

Mari renungkan..............


salam dalam kasih;
liesye herlyna

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Sabtu, 03 Oktober 2009

"Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"


"Pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."(Mrk 10:6-9)

Pada masa pacaran dan tunangan alias sebelum pernikahan pada umumnya relasi calon suami dan calon isteri begitu mesra serta masing-masing menyadari atau menghayati bahwa pasangannya adalah `hadiah atau kado dari Allah', dengan kata lain kasih mereka berdua merupakan anugerah Allah, berasal dari Allah. Hidup sebagai suami-isteri diikat dan didasari serta dipersatukan oleh kasih kasih Tuhan , "karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia". Yang menjadi sumber perceraian pada umumnya adalah perbedaan, misalnya beda selera, beda cara berpikir, beda pendapat, beda acara, dst.. Bukankah laki-laki dan perempuan itu berbeda satu sama lain dan saling tertarik, saling ingin mendekat, mengenal, bersahabat dan mengasihi? Beda anggota tubuh, beda usia, beda orangtuanya, beda alat kelaminnya, dst.. dan saling tertarik, itulah kenyataan yang ada, sesuai dengan kehendak Allah. Dalam ilmu phisika/listrik kita kenal unsur plus (+) dan
minus (-) dan ketika keduanya yang berbeda satu sama lain tersebut bertemu lahirlah sinar terang yang membahagiakan dan menyelamatkan. Dengan kata lain apa yang berbeda menjadi daya pikat dan daya tarik untuk saling mendekat, mengenal, bersahabat dan mengasihi, bukan alasan untuk bermusuhan, berpisah atau bercerai.

Suami-isteri, "keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu". Yang berbeda satu sama lain, yaitu alat kelamin, penis dan vagina, bersatu menjadi nikmat dan bahagia, itulah kiranya yang dialami dalam persetubuhan. Maka kami berharap aneka perbedaan yang lain yang ada di antara suami dan isteri, hendaknya menjadi daya tarik dan daya pikat untuk semakin mempererat dan memperkuat persatuan. Kami yakin setelah bersatu di tempat tidur alias setelah resmi menikah, baik suami maupun isteri akan semakin mengenal perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka, yang mungkin belum dilihat di masa pacaran atau tunangan. Masa lima tahun pertama pernikahan merupakan masa yang rawan dan menantang (perhatikan bahwa mayoritas perceraian adalah pasangan muda), masa yang sarat dengan masalah atau perkara, yang lahir dari perbedaan yang ada. Hendaknya masa lima tahun pertama perkawinan/pernikah an dihayati sebagai masa belajar untuk
saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit, sehingga mahir dalam mengasihi, yang dimasa-masa berikutnya terus diperdalam dan diperteguh. Tanda bahwa suami-isteri sungguh saling mengasihi, bukan lagi dua melain satu, antara lain semakin lama mereka berdua nampak tampil dalam wajahnya bagaikan manusia kembar.

"TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu" (Kej 2:21-22).

Kutipan diatas ini kiranya merupakan ungkapan pengakuan iman bahwa laki-laki dan perempuan adalah sepadan, maka hendaknya tidak ada yang merasa dirinya lebih dari yang lain, laki-laki lebih daripada perempuan atau perempuan lebih daripada laki-laki. Jumlah anggota tubuh laki-laki dan perempuan sama dan hanya berbeda dalam bentuk. Mungkin dari pihak laki-laki sering merasa lebih super daripada perempuan, tetapi ingatlah bahwa perempuan diambil dari salah satu rusuk laki-laki, dari jantung hati laki-laki, dengan kata lain perempuan adalah jantung hati laki-laki. Bukankah jantung dan hati merupakan penggerak dan penggairah tubuh, maka ketika laki-laki melihat perempuan pada umumnya langsung bergairah dan bergerak? Di lain pihak rekan-rekan perempuan mungkin juga merasa berada di bawah laki-laki dan mohon perlindungan alias boleh kembali ke dada/tulung rusuk laki-laki, menyadarkan kepala di dada laki-laki serta mohon dibelai, dst.. Dengan kata lain laki-laki
dan perempuan saling membutuhkan satu sama lain, maka di bawah ini saya kutipkan apa yang menjadi kebutuhan masing-masing dan harus saling memberikan apa yang dibutuhkan pasangannya.
"Wanita perlu menerima: perhatian, pengertian, hormat, kesetiaan, penegasan, jaminan" , sedangkan "pria perlu menerima: kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman, persetujuan, dorongan" (John Gray, Ph.D: Men are from Mars, women are from Venus, Pria dari Mars, Wanita dari Venus, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1995,hal 152)

"Dengan perjanjian perkawinan laki-laki dan perempuan membentuk antara mereka kebersamaan seluruh hidup; dari sifat kodratinya perjanjian itu terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta kelahiran dan pendidikan anak" (KHK kan 1055.1). Yang perlu digarisbawahi adalah `pendidikan anak' sebagaimana disabdakan oleh Yesus "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah."(Mrk 10:14). Suami-isteri hendaknya bekerjasama dalam mendidik anak-anak mereka, pendidikan yang mengarahkan anak-anak `datang kepada Tuhan' alias agar anak-anak tumbuh berkembang menjadi pribadi cerdas beriman atau berbudi pekerti luhur. Untuk itu kami mengaharapkan suami-isteri dengan kerelaan dan pengorbanan berani memboroskan waktu dan tenaga bagi anak-anak, lebih-lebih atau terutama masa balita anak-anak, umur 0-5 th. Masa balita rawan dan menantang, masa dimana anak-anak terbuka terhadap segala
sesuatu, yang akan membentuk pribadinya.

"Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan- Nya!Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN"(Mzm 128:1-4)

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com