Jumat, 24 September 2010

Tanda-tanda akhir jaman

Tanda-tanda akhir jaman


Kiamat sebentar lagi! Benarkah?
Iya, Tuhan Yesus akan datang segera. Namun bukankah Wahyu itu ditulis 2000 tahun yang lalu? Bagaimanakah kita mengetahui bahwa kita sedang berada di akhir jaman?


Tidak hanya pertanyaan-pertanyaan di atas menarik, tetapi juga sangatlah penting untuk dipertanyakan. Tuhan Yesus bahkan pernah mengkritik orang Farisi yang tidak peduli dengan tanda-tanda jaman (Mat 16:2-3).

Tanda-tanda Akhir Jaman, sumber: Alkitab
Alkitab memberitahu kita banyak nubuat mengenai kedatangan Tuhan kembali, dan tanda-tanda akhir jaman. Di Bukit Zaitun, Tuhan Yesus sendiri mengajarkan murid-murid-Nya mengenai tanda-tanda tersebut. Semua itu dilakukan agar murid-murid-Nya, termasuk kita, dapat tetap waspada dan tidak tersesat oleh ajaran-ajaran palsu.


Ketika itu, Tuhan Yesus sedang berbicara dengan murid-murid-Nya sendirian. Mereka bertanya kepada Tuhan, mengenai tanda kedatangan Tuhan dan tanda akhir jaman (Mat 24:3).

Tuhan Yesus menjawab:

1.. Banyak orang akan datang dengan memakai nama-Nya, sambil berkata: �Akulah Kristus� (Mat 24:5)
2.. Akan terjadi banyak peperangan. (Mat 24:6-7)
3.. Kelaparan di berbagai tempat (Mat 24:7)
4.. Gempa bumi di berbagai tempat (Mat 24:7)
5.. Penganiayaan dan kebencian oleh semua bangsa karena nama Tuhan (Mat 24:9)
6.. Banyak orang murtad, saling menyerahkan dan saling membenci (Mat 24:10)
7.. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (Mat 24:11)
8.. Banyak orang akan menjadi durhaka dan tidak mengasihi orang lain (Mat 24:12)
Kita semua sudah tahu dengan pasti, apakah jawaban dari Tuhan Yesus di atas sedang atau telah digenapi. Berita-berita itulah yang setiap hari kita dengar setiap kali kita membaca surat kabar atau mendengarkan siaran berita di televisi dan radio.

Selain daripada yang disebutkan di atas, Tuhan Yesus juga menyebutkan bahwa Injil Kerajaan Allah akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Sesudah itu barulah tiba kesudahannya (Mat 24:14). Dan saat ini, Injil Kerajaan Allah sedang atau barangkali sudah diberitakan di seluruh dunia dan menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih, Injil Kerajaan Allah diberitakan di mana-mana melalui media masa seperti TV, Radio, Internet, Handphone, dll.

Tuhan Yesus juga meminta kita untuk menarik pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: yaitu apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kita tahu, bahwa musim panas sudah dekat (Mat 24:32-34, Luk 21:29-31). Pohon ara melambangkan bangsa Israel. Tuhan pernah berfirman kepada Yeremia: â?oSama seperti buah ara yang baik ini, demikianlah Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya orang-orang Yehudaâ?¦â? (Yer 24:5). Hosea menuliskan: â?oSeperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmuâ?¦.â?(Hos 9:10).

Di tahun 70 M, bait Allah dihancurkan. Sejak itu bangsa Israel tidak lagi mempunyai tempat untuk memberikan kurban persembahan. Karena Yerusalem hancur, seluruh bangsa Israel diusir dari tanahnya sendiri dan tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Pohon ara yang mulai bertunas melambangkan bangsa Israel yang mulai terbentuk kembali pada tahun 1948. Peristiwa ini juga sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya dan Yeremia. (Yer 16:15, Yes 11:12, Yer 23:3).

Akhir Jaman Sudah Dekat
Setelah mengetahui tanda-tanda akhir jaman yang diajarkan Tuhan Yesus di bukit Zaitun, kita semakin sadar bahwa akhir jaman sudah sangat dekat sekali. Pohon ara sudah bertunas, dan Injil Kerajaan Allah sudah diberitakan di seluruh dunia. Karena itu, marilah kita lebih giat lagi berdoa dan senantiasa berjaga-jaga karena waktunya sudah sangat dekat. Haleluya Amin.

Baca: Matius 24


Yohanes di pulau Patmos? Mengapa Yohanes berada di sana? Nantikan pembahasan menarik ini di episode selanjutnya, hanya di WAHYU 9779.

©GBI Christ the Healer 2010

FORMALITAS

FORMALITAS


Di sebuah daerah, di mana kebanyakan penduduknya tidak memiliki mobil,
gereja setempat memperbolehkan anggota jemaatnya meminjam mobil
gereja. Namun, tentu saja untuk mengaturnya, jemaat harus menulis
surat kepada majelis, yang kemudian akan mendiskusikannya dalam rapat
dan memutuskan untuk meminjamkan atau tidak.

Suatu malam, seorang
anggota jemaat menelepon majelis untuk meminjam mobil guna keperluan
mendadak: mengantar anaknya ke rumah sakit. Karena menurut pada
aturan, sang majelis terpaksa menolak permintaan itu dan meminta
jemaat tersebut untuk menulis surat terlebih dulu sesuai prosedur.

Kita mungkin tertawa membaca cuplikan cerita di atas, tetapi banyak
hal serupa bisa terjadi dalam kehidupan bergereja. Aturan dan
formalitas itu perlu, supaya organisasi bisa teratur, tetapi itu juga
bisa menjebak dan membuat kita menjadi kaku dan dingin. Contohnya
adalah kisah ketika Tuhan Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat.

Bukannya bersukacita atas orang yang telah disembuhkan dan dilepaskan
dari penderitaannya itu, orang-orang Farisi malah dengan gembira
menemukan alasan untuk menghakimi Tuhan Yesus. Formalitas yang terlalu
kental juga cenderung membuat kita menjadi sombong rohani. Kita dengan
mudah merasa bangga kalau kita memenuhi aturan A sampai Z, dan
menggunakannya untuk menyalahkan orang lain.

Kerap kali saat
kesombongan rohani itu menguasai kita, belas kasihan kita malah makin
mengering. Formalitas itu perlu untuk menjaga keteraturan, tetapi
biarlah kita ingat bahwa hanya kasih karunia dan belas kasihan yang
mesti jadi pendorong dari segala tindakan kita --HSL

TUHAN MENCIPTAKAN ATURAN UNTUK MANUSIA BUKAN MANUSIA UNTUK ATURAN

Ayat Alkitab: Matius 12:1-14

1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum.
Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.

2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah,
murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari
Sabat."

3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang
dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,

4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan
roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh
mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?

5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari
Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun
tidak bersalah?

6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.

7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki
ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak
menghukum orang yang tidak bersalah.

8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.

10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya
kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud
mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.

11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu
mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada
hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?

12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu
boleh berbuat baik pada hari Sabat."

13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia
mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat
seperti tangannya yang lain.

14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk
membunuh Dia.

http://www.wilotocorp.com