Selasa, 05 Oktober 2010

Adam Menjual Bumi ( PELAJARAN -29 )

Wahyu 9779 - Pelajaran

PELAJARAN -29
--------------------------------------------------------------------------------

Adam Menjual Bumi


Gulungan kitab adalah surat tanah

Di topik sebelumnya kita telah membahas bahwa ternyata gulungan kitab di tangan kanan Allah Bapa adalah surat tanah, yaitu surat penjualan bumi ini dari Adam kepada Iblis. Bagaimanakah hal tersebut dapat terjadi? Apakah akibat dari penjualan bumi ini? Mari kita bahas topik menarik ini hari ini.


Manusia berkuasa atas seluruh bumi beserta isinya

Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi. Setelah menjadikan segala jenis binatang , Allah menciptakan manusia. Berfirmanlah Allah: â?oBaiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.â? (Kejadian 1:26)

Setelah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, Allah memberkati manusia dan berfirman kepada mereka: â?oBeranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.â? (Kejadian 1:28)

Setelah membaca Firman Allah di atas, kita menjadi tahu bahwa manusia diberikan kuasa atas seluruh bumi beserta isinya. Allah menghendaki manusia untuk berkuasa di bumi dan Allah memberikan kuasa itu kepada manusia. Itu juga salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa dengan-Nya.

Jika kita membaca Mazmur 8:6, kita melihat bahwa Allah telah membuat kita hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotai kita dengan kemuliaan dan hormat. Dalam Bahasa Inggris dikatakan bahwa, kita diciptakan sedikit lebih rendah daripada Allah (â?oa little lower than Godâ?).

Kemudian di ayat 7-9, dikatakan bahwa kita berkuasa atas buatan tangan Allah; segala-galanya telah Allah letakkan di bawah kaki kita. Haleluya! Allah menciptakan kita sungguh berkuasa. Bumi dan seluruh isinya berada di dalam kuasa manusia, termasuk Lucifer dan pengikut-pengikutnya yang dibuang ke bumi.


Adam jatuh ke dalam dosa

Sebagaimana kita ketahui dari Kejadian pasal 3, Iblis berhasil menipu Adam untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yaitu satu-satunya pohon yang buahnya dilarang Allah untuk dimakan. Akibatnya adalah Adam jatuh ke dalam dosa, dan sebagai hamba dosa, ia menyerahkan atau dengan kata lain menjual kuasanya kepada Iblis.

Salah satu bukti bahwa kuasa itu sudah diserahkan kepada Iblis juga tertulis dengan jelas di Alkitab. Di dalam Lukas 4:6, sewaktu Tuhan Yesus dicoba di padang gurun, Iblis memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dan berkata kepada-Nya: â?oSegala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku, dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.â?

Mengingat ayat yang sudah kita baca, yaitu Mazmur 8:6, segala kuasa dan kemuliaan itu adalah milik manusia pada awalnya. Tetapi di Injil Lukas ini, Iblis mengatakan bahwa semuanya itu telah diserahkan kepadaku. Siapakah yang menyerahkan kuasa dan kemuliaan itu kepada Iblis? Pasti adalah yang semula mempunyai kuasa dan kemuliaan itu, yaitu Adam.

Sejak itu, dosa masuk ke dalam dunia oleh Adam, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut menjalar kepada semua orang(Roma 5:12). Tetapi begitu besar kasih Allah kepada kita, Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Puji Tuhan! Sungguh luar biasa! Kitab Wahyu pasal 5 adalah kejadian di mana Tuhan Yesus menebus kembali bumi ini. Di pasal selanjutnya, Dia membuka satu per satu meterai dari surat tanah tersebut. Iblis tentu tidak tinggal diam pada saat itu, sehingga semua yang ada di bumi akan mengalami Masa Kesusahan Besar. Marilah kita senantiasa berjaga-jaga dan berdoa, agar kita tidak perlu mengalami masa yang penuh kesukaran tersebut. Amin! Haleluya!

Baca: Kejadian 1:26-28, Mazmur 8:6-9


Tidak ada seorangpun yang dapat membuka gulungan kitab itu? Maka menangislah Yohanes dengan amat sedihnya. Nantikan pembahasan menarik ini di episode selanjutnya, hanya di WAHYU 9779.

Kebahagian hidup

Kebahagian hidup

Alkisah, seorang ibu cantik berpakaian mewah suatu hari datang ke psikiater untuk konsultasi.

Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

Psikiater itu lalu memanggil seorang perempuan tua, petugas kebersihan yang pel lantai kantor.

"Saya minta Anne ke sini untuk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan.

Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja."

Anne meletakkan sapunya, duduk di kursi dan bercerita.

"Suami saya meninggal karena sakit kanker.

Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk.

Saya
tak punya siapa pun. Tak ada yang tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak
bisa makan, tak bisa senyum kepada siapa pun. Saya bahkan berpikir mau
bunuh diri.

Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing
mengikuti saya ke rumah. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak
kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung
habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan mengusapkan badannya ke
kaki saya.
Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.

Saya
lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum,
mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia.
Jadi, hari berikutnya, saya buat kue dan bawa ke tetangga yang sakit, yang terbaring di ranjang dan tak bisa bangun.

Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada seseorang. Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

Hari
ini, rasanya tak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas
seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dgn memberikan
kegembiraan kepada orang lain" kata Anne.

Sesudah mendengar
cerita ini, perempuan kaya itu menangis. Ia punya segala sesuatu yg
bisa dibeli uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli
uang.....

"Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri." (Amsal 11:17).

Tuhan Yesus memberkati