Sabtu, 07 April 2012

Sesudah Yudas Pergi

 

Sesudah Yudas Pergi
Yohanes 13:31-35

 

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia" (Yohanes 13:31).

 Jika tempat kita kerja atau perkumpulan, ada satu orang saja yang menjadi sumber masalah, pasti kita segera menginginkan orang itu kalau bisa cepat-cepat pergi. Ada trik-trik yang dibuat agar orang itu tidak betah lagi di situ atau malah secepatnya diminta mengundurkan diri atau diundurkan.

     Pembacaan firman Tuhan hari ini dimulai dengan: "Sesudah Yudas pergi...." Ada apa sesudah Yudas pergi? Ternyata Tuhan Yesus tidak main-main dengan hal baru yang akan disampaikan kepada murid-murid-Nya. Demikian juga kita baru bisa berbuat sesuatu yang baru jikalau apa yang mengganjal dalam perjalanan hidup ini sudah disingkirkan lebih dahulu. Sesudah Yudas pergi, maka inilah hal-hal baru yang disampaikan kepada kita masa kini:

     Awas ada iblis di sekitar kita tanpa peduli identitas kita. Adalah menyedihkan jikalau kita membaca di surat kabar ada nama-nama orang tertentu yang dicari karena telah berbuat merugikan perusahaan atau negara. Orang berkata itu ketidakjujuran, tidak loyal, pagar makan tanaman, dan masih banyak lagi sebutannya. Ketahuilah siapa sebenarnya yang menggerakkan seseorang sampai berbuat demikian? Yudas pergi dari komunitas Yesus karena 'ia kerasukan iblis", dan ia pergi setelah makan roti (ayat 27). Jikalau kita diberkati dengan rejeki, iblis ada di sana. Jikalau kita sedang dalam kekurangan, iblis juga ada di sana. Awas dan waspadalah!

     Posisikan kita untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Jarang sekali Yesus menyebut murid-murid-Nya dengan panggilan "anak-anak-Ku" (ayat 33). Ketika murid-murid kebingungan setelah Yesus bangkit, panggilan itu terdengar kembali: "Hai, anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?" (Yohanes 21:5). Yesus merangkul murid-murid-Nya yang masih loyal dengan gambaran seperti hubungan bapa dan anak-anaknya. Posisikan Anda untuk selalu menjadi anak Bapa sehingga peristiwa Yudas pergi tidak terulang dalam hidup kita.

     Akankah kita seperti Yudas yang pergi meninggalkan Tuhan justru setelah makan roti? Beberapa orang telah menyangkal dan menodai imannya kepada Kristus justru setelah menerima banyak berkat dan bergabung dengan

"iblis yang selalu menunggu waktu untuk menggodai kita" (Lukas  4:13).

Pertahankan diri untuk tetap menjadi anak dari seorang Bapa yang selalu peduli.

 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kemerdekaan Yang Sejati

Kemerdekaan Yang Sejati

Galatia 5:1
5:1 Supaya kita sungguh-sungguhmerdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguhdan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.Bagaimanakah sebenarnya kebebasan ataukemerdekaan itu? Sebab sering kita mendengar pembicara di mimbar berbicaramengenai kebebasan atau kemerdekaan dalam Kristus, tetapi sebenarnya tidak adakejelasan mengenai proses kemerdekaan tersebut. Kita dinyatakan sudah merdekatetapi kita tidak mengalami dan merasakan sesuatu yang luar biasa darikemerdekaan itu. Kalau begitu apa bedanya kita dengan mereka yang ada di luaranugerah keselamatan Tuhan Yesus Kristus? Jangan sampai terjadi penipuanterhadap jemaat. Jemaat dinyatakan sudah merdeka padahal belum benar-benarmerdeka. Bagaimanakah kemerdekaan dalam Kristus itu sebenarnya?Memang Tuhan Yesus telahmati di kayu salib menebus dosa manusia. Penebusan itu memerdekakan. Sepertiseorang budak yang telah digadaikan atau dijual sehingga menjadi milik seorangtuan. Sekarang tuan pemilik aslinya membelinya kembali dan memberi kesempatanapakah budak tersebut mau dimiliki oleh Tuannya sendiri atau tidak. Kalau budakpada umumnya diperjualbelikan oleh orang lain, tetapi kalau hal itu dikenakanpada manusia yang memiliki kehendak bebas masalahnya menjadi berbeda.
Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang harusdimiliki Tuhan sebagai "budak-Nya" diberi kebebasan apakah ia mau menjadi budakTuhan atau menjadi milik kuasa lain.Manusia di taman Eden menghadapi perjuangan apakah memberi diri menjadi budakTuhan atau budak setan. Ternyata manusia disesatkan oleh iblis sehingga iamenjual diri dan gagal menjadi budak Tuhan. Kedatangan Tuhan Yesus ke duniauntuk membeli kembali manusia milik-Nya tersebut. Sekarang setelah Ia membelikita, kita diberi kebebasan untuk menjadi milik Tuhan atau milik setan. Kembaliperjuangan yang pernah terjadi di Eden juga terjadi dalam kehidupan kita. Kalaukita merasa otomatis sudah merdeka padahal belum, betapa menyedihkan. Untukmenjadi milik Tuhan atau budak Tuhan, kita dituntut untuk berjuang denganserius. Itulah sebabnya Paulus dalam tulisannya mengatakan: Supaya kitasungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilahteguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan (Gal 5:1).
Jadi, kalau diajarkan bahwakebebasan itu otomatis dimiliki oleh orang Kristen, itu adalah ajaran yangsesat. Tuhan Yesus memang telah mati di kayu salib untuk membeli kita, tetapiselanjutnya apakah kita mau dimiliki Tuhan atau tidak tergantung respon setiapindividu.
Untuk mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya, kitaharus meresponi keselamatan dalam Tuhan Yesus.

Powered by Telkomsel BlackBerry®