Matius 4:4
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."Apa maksud Tuhan Yesus dengan pernyataan-Nya bahwa manusia hidup bukan saja dari roti, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah? Tentu ini menunjukkan dengan jelas bahwa manusia bukanlah makhluk fisik semata-mata. Manusia juga makhluk rohani, yang membutuhkan konsumsi makanan untuk jiwanya.Kalau makanan jiwanya benar, maka sehatlah jiwanya, tetapi kalau makanan jiwanya salah, maka rusaklah rohaninya. Masalahnya makanan jiwa yang disediakan oleh dunia hari ini sebagian besar justru tidak sehat dan membinasakan. Makanan jiwa yang tidak sehat itu dialirkan melalui berbagai saluran dan media, antara lain budaya dan pergaulan hidup, film, lagu-lagu, Internet dan lain sebagainya. Menyedihkannya, banyak juga yang disajikan dengan bungkusan Kristen. Tidaklah mengherankan jika tidak sedikit orang percaya memiliki pola pemikiran yang salah, karena telah mengonsumsi makanan jiwa yang tidak sehat itu.
Dunia mengatakan apa yang disediakannya baik, dan banyak orang lain juga mengatakan memang makanan jiwa dari dunia itu baik. Ya, memang mungkin itu baik menurut perspektif dunia, namun belum tentu baik menurut perspektif Allah. Inilah sesungguhnya pergumulan hidup yang paling utama yang dihadapi manusia.
Seharusnya manusia memahami apa yang baik dan jahat dari perspektif Allah, tetapi rupanya manusia memilih memahami apa yang baik dan jahat dari perspektif Iblis. Akibatnya manusia memiliki pandangan yang salah dalam segala aspeknya. Sebagai contoh, tatkala manusia memilih cara pandang Iblis, mereka merasa malu dengan ketelanjangan mereka, padahal sebelumnya mereka sudah lama telanjang tanpa malu. Jadi yang membuat malu bukanlah fakta ketelanjangan itu, melainkan pikiran mereka.
Demikian pula dengan kehidupan kita hari ini. Sudahkah kita memandang dunia dan hidup ini melalui cara pandang Tuhan, atau cara pandang anak dunia? Bila kita dikehendaki-Nya agar tidak serupa dengan dunia ini, maksud-Nya agar kita tidak memandang dunia dan hidup sama dengan anak dunia (Rm. 12:2). Untuk itulah kita harus selalu mengalami pembaruan pikiran setiap hari.
Seperti kita memilih apa yang kita makan dan minum agar manusia lahiriah kita sehat, demikian pula
kita perlu memilih apa yang kita baca, dengar, tonton dan percakapkan agar manusia batiniah kita sehat. Pilihlah dengan bijaksana; standarnya adalah Firman Tuhan yang murni.
Tuhan menghendaki kita untuk tidak serupa dengan dunia ini, agar cara pandang kita berbeda dengan anak dunia.Diadaptasi dari
Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Jumat, 16 Desember 2011
Makanan Jiwa
Sabtu, 10 Desember 2011
Tersingkapnya Selubung
Mengapa banyak orang takut membaca atau mempelajari kitab Wahyu?
Mereka mengira kitab ini hanya berbicara tentang hal-hal yang
berkaitan dengan penghakiman dan akhir zaman serta sulit
dimengerti karena banyak menggunakan lambang.
Ketakutan ini sebenarnya tidak beralasan. kitab Wahyu, sesuai dengan
artinya ditulis untuk menyingkapkan atau membukakan kebenaran,
bukan untuk menyembunyikan atau menutupinya. Kitab Wahyu dapat
diumpamakan seperti sebuah lukisan yang tadinya terselubung, lalu
selubung itu disingkapkan sehingga lukisan itu tampak jelas.
Perikop yang kita baca merupakan pendahuluan dari kitab Wahyu. Yohanes
memulai dengan kalimat, "Inilah wahyu Yesus Kristus yang
dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada
hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi."(1:1). Ungkapan
"Inilah wahyu Yesus Kristus" bisa berarti wahyu dengan Yesus
sebagai sumbernya, bisa juga wahyu dengan Yesus Kristus sebagai
berita utamanya. Keduanya mengungkapkan kebenaran yang penting.
Ini adalah wahyu dari Yesus Kristus dan wahyu tentang Dia. 'Dari
Yesus Kristus' menegaskan bahwa apa yang Yohanes tulis merupakan
segala sesuatu yang Tuhan Yesus telah nyatakan kepadanya (2).
Sedangkan 'tentang Dia', berarti wahyu ini menyingkapkan pribadi
Yesus Kristus. Dia telah mati, bangkit, dan naik ke Surga serta
karya-Nya di dalam kehidupan gereja (orang percaya) pada masa
kini. 'Tentang Dia' juga menyingkapkan peristiwa-peristiwa yang
akan terjadi berkaitan dengan kedatangan-Nya yang kedua kali.
Inilah keindahan kitab Wahyu. Kitab ini menyingkapkan isi hati Allah
bagi gereja-Nya. Kepada para pembaca kitab ini Dia berjanji,
"Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan
kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di
dalamnya, sebab waktunya sudah dekat" (3). Janji ini berlaku bagi
setiap orang percaya dari segala abad dan tempat. Juga berlaku
bagi Anda yang membaca dan menuruti apa yang tertulis di dalamnya.
Bersyukurlah kepada-Nya!
Wahyu 1:1-3
1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya,
supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus
segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah
menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian
yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah
dilihatnya.
3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan
kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di
dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

