Galatia 5: 24-25
5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,Perjuangan untuk menjadi budak Tuhan adalah perjuangan dalam mengisi pikiran, apakah pikiran kita diisi oleh hal-hal duniawi atau kebenaran Firman Tuhan. Paulus mengatakan bahwa Hawa diperdaya oleh ular dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus. Sewaktu masih di Eden, Iblis memakai ular; sekarang ia memakai pembicara di mimbar yang tidak mengenal kebenaran. Dalam hal ini kita mengerti mengapa mengenai si penyesat ini Paulus berani mengatakan tegas, "Terkutuklah mereka!" (Gal. 1:6-10). Perhatikanlah hal ini dengan serius. Tidak perlu takut dianggap menghakimi, dan tidak perlu bertoleransi berlebihan karena tradisi Timur sehingga sering membiarkan "ular-ular" berkeliaran menyesatkan dan membinasakan banyak orang.Kalau boleh jujur, semua yang kita ingini dari dunia ini akan lenyap seperti uap. Namun ironisnya, hidup manusia terus bergulir dan bergerak demi suatu cita-cita, rencana-rencana pribadi, serta keinginan-keinginan yang tidak pernah berhenti. Inilah penyesatan hebat yang sedang dilakukan oleh kuasa kegelapan. Keinginan (ἐπιθυμία, epithymÍa) daging, keinginan mata dan keangkuhan (ἀλαζονεία, alazonīa) hidup bukan berasal dari Bapa. Dan orang yang melakukan hal-hal tersebut akan binasa (1Yoh. 2:15-17). Merekalah orang-orang yang semasa hidup di dunia ini hanya digerakkan dari satu keinginan ke keinginan yang lain tanpa sungguh-sungguh mau mengerti apa yang diingini Allah dalam hidupnya.Bila kita melakukan kehendak Allah atau yang diingini Allah, berarti kita menjadi budak-Nya.
Sejatinya keinginan-keinginan dalam pikiran manusia adalah belenggu bagi dirinya. Ini akan sangat sulit dilepaskan kalau dibiarkan mengakar bertahun-tahun, karena pikiran itulah yang menggerakkan hidup manusia. Jadi, bukan tanpa alasan kalau Tuhan menghendaki kita mengalami pembaruan pikiran dari hari ke hari. Pembaruan pikiran itu dimaksudkan agar kita mengarahkan pikiran kepada kehendak Bapa, sebab inilah target yang dikehendaki Bapa untuk dapat kita capai. Tentu untuk target ini kita diberi-Nya kemampuan untuk dapat mencapainya. Inilah kabar baik, anugerah Tuhan yang tidak terbeli dengan uang.
Waspadalah terhadap pemberitaan di mimbar gereja yang seolah-olah benar, padahal ular. Semua pemberitaan yang menggiring umat Tuhan agar bersahabat dengan dunia adalah ular (Yak. 4:4).
Untuk bisa menang melawan ular, kita harus berani memasuki perhentian Tuhan (Mat 11:28-29). Orang yang masuk perhentian Tuhan berarti mematikan keinginan (epithymÍa).Berhentilah dari berbagai keinginan, maka kita akan masuk ke tempat perhentian Tuhan yang melegakan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Sabtu, 07 April 2012
Keinginanikeinginan yang membinasakan
Iman yang menyelamatkan
Iman yang Menyelamatkan
Baca: 1 Korintus 15:14-18
Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu (1 Korintus 15:14).
Kebangkitan Kristus merupakan pemenuhan dari apa yang telah dinyatakan-Nya sendiri (Matius 16:21-22). Itu menunjukkan, bahwa kesengsaraan, kematian dan kebangkitan-Nya itu memang sudah menjadi rencana Allah. Para murid, termasuk kemudian juga Paulus, dalam pemberitaan dan kesaksian mereka selalu menekankan kenyataan mengenai kebangkitan Kristus. Mengenai ini Paulus dengan tegas menyatakan, seandainya Kristus tidak bangkit, maka semuanya menjadi sia-sia belaka. Mengenai apa yang dilakukan oleh Paulus dan para murid sehubungan dengan Kebangkitan-Nya itu perlu kita perhatikan, bahwa mereka itu
bersaksi tentang kenyataan atau faktanya,
bukan untuk menjelaskannya. Sebab, Kebangkitan Kristus itu memang merupakan misteri yang kebenarannya berada di luar jangkauan pengertian dan akal manusia.
Selanjutnya Alkitab menyatakan bahwa makna Kebangkitan Kristus itu sangat penting dan menentukan bagi mereka yang mempercayainya. Adapun makna kebangkitan Kristus bagi orang percaya ialah:
Pertama, menjadi jaminan bagi "
kebangkitan orang percaya" (1 Korintus 15:21);
Kedua, mengaruniakan "
pembenaran" dan "kemenangan" atas dosa, maut dan iblis (Roma 4:25; Roma 6:9);
Ketiga, mengaruniakan "
kemanusiaan yang baru" (2 Korintus 5:17), yaitu "
hidup dalam Kristus" (
Roma 6:11). Dengan demikian, oleh Kebangkitan itu, orang percaya yang sungguh-sungguh mengasihi dan menaati Dia, sesudah kematiannya tidak akan menerima hukuman kekal dari-Nya, melainkan hidup kekal bersama Dia dalam kemuliaan.
Sebagaimana mengenai Kebangkitan Kristus itu dapat kita yakini kebenarannya hanya berdasarkan iman, demikian juga mengenai kebenaran dari semua maknanya bagi kita, juga hanya dapat kita yakini berdasarkan kepercayaan saja. Oleh sebab itu, pertanyaannya ialah, mau dan dapatkah kita menempatkan dan memperlakukan iman di atas segala-galanya?
Maka kata-Nya kepada perempuan itu, "Hai, anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" —Lukas 8:48
Powered by Telkomsel BlackBerry®

