Ketika anak Anda beranjak remaja, Anda mungkin akan terkejut dengan
perubahan perilaku mereka. Anak yang tadinya begitu dekat dengan Anda,
tiba-tiba mulai menarik diri dan memandang Anda seperti orang asing.
Menurut Michele Borba, Ed. D., seorang pakar pendidikan anak, diperlukan
perspektif yang baru untuk menjembatani hubungan Anda dengan anak Anda yang
beranjak remaja. Berikut ini adalah sejumlah langkah yang dianjurkan Borba
ketika Anda berhadapan dengan Anak remaja Anda : Sadarilah bahwa
perilaku anak Anda mungkin akan agak aneh. Jadi tidak perlu terlampau cemas
dengan hal tersebut. Masa remaja merupakan waktu terjadinya berbagai
perubahan dalam kehidupan anak remaja, mulai dari perubahan fisik,
kognitif, maupun emosional. Cari literatur yang membahas pola
asuh terhadap anak remaja. Semakin dalam pemahaman Anda terhadap perilaku
anak remaja, semakin baik cara Anda menghadapinya. Jangan
bereaksi terlalu berlebihan ketika anak remaja Anda membuat ulah. Tahan
keinginan Anda untuk menghakimi atau mengkritiknya saat itu juga. Katakan
padanya, Anda butuh waktu untuk berpikir. Saatnya untuk membuat
aturan, tetapkan hal-hal yang menurut Anda tidak dapat dinegosiasikan,
terutama menyangkut keselamatan anak dan nilai-nilai keluarga. Misalnya,
menepati jam malam merupakan suatu keharusan. Temukan hal-hal
umum yang dapat menjadi penjalin hubungan dengan anak. Gunakan minat anak
remaja Anda sebagai bahan percakapan, misalnya musisi favoritnya, olah raga
kesukaannya, atau teman-teman dekatnya. Kunci untuk menghadapi anak
remaja Anda adalah mengetahui cara menyeimbangkan diri agar tidak terlalu
ikut campur atau justru terlalu mengabaikannya. Sumber :
mediaindonesia.com/dan/jawaban.com
Senin, 07 Juni 2010
Tanggal 31 Mei, 2005, seorang bapak dan juga
seorang Doktor lulusan Amerika terkena stroke, dan terbaring koma hingga
sekarang. Lima tahun bukanlah waktu yang
singkat. Batin tertekan, hari-hari sunyi
melanda dirinya. Dalam kesesakannya, dia
merindukan kesembuhan dari Allah. Menurut pengakuan ibundanya, bapak ini sering mengandalkan dirinya
sendiri, yaitu kepandaiannya. Padahal
segala apa yang ada dalam diri kita itu semuanya dari Allah. "Tetapi barangsiapa bermegah,
hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang
dipuji Tuhan (2 Korintus 10:17-18).
Hari-hari mendekati ketidak-sadarannya masuk
dalam tahun ke-5, kondisi bapak ini drop, karena tidak tidur selama 2
hari. Dan pada saat itu sang ibunda
bersama tim doa mengadakan doa bersama dan puji-pujian, agar Allah memberikan
belaskasih-Nya. Sementara sang istri
sedang mencari obat agar suaminya bisa tidur. Allah sungguh luar biasa, beberapa saat setelah didoakan bapak ini tidur
sangat pulas.
Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada
hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam
kegeraman", siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun
mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang
keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka
yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? Dan
siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat
perhentian-Nya? Bukankah mereka yang
tidak taat? Demikianlah kita lihat,
bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka (Ibr 3: 15-19).
Semoga pengalaman sakit ini membuat bapak
tersebut lebih dekat dengan Yesus, dan di dalam waktu penantiannya pengharapan
akan mujizat dari Yesus sang penyembuh sejati.
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing
menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik
yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi
menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian
dalam apa yang dijanjikan Allah. Sebab
ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena
tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, (Ibr 6:11-13).
Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria
melindungi kita semua.

